Candaan yang sebenarnya sudah mengarah pada bullying verbal masih sering ditemui di lingkungan SMP, dan tidak jarang berdampak pada emosi, kepercayaan diri, maupun hubungan pertemanan siswa. Bersumber dari pengalaman langsung di lapangan, artikel ini melaporkan kegiatan pengabdian berupa layanan bimbingan kelompok yang bertujuan menekan perilaku bullying verbal pada siswa SMP Muhammadiyah 57 Medan. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2026, melibatkan empat sampai enam siswa kelas VII dalam satu sesi berdurasi 40 menit yang memadukan teknik bermain peran (sosiodrama) dengan diskusi kelompok, mengikuti empat tahap yaitu pembentukan, peralihan, inti, dan pengakhiran. Melalui sesi ini, siswa menjadi lebih mampu membedakan candaan yang wajar dengan tindakan yang sudah tergolong bullying verbal, tumbuh rasa empatinya terhadap pihak yang menjadi sasaran candaan, dan terlatih untuk menyampaikan ketidaknyamanannya secara asertif ketika candaan sudah melewati batas. Seluruh peserta terlibat aktif sepanjang kegiatan dan menyatakan kesediaannya untuk ikut menjaga suasana pertemanan yang lebih saling menghargai dan aman. Pengalaman ini menunjukkan bahwa sesi bimbingan kelompok yang dirancang dengan baik dapat menjadi salah satu cara bagi sekolah mitra untuk mencegah bullying verbal sekaligus menumbuhkan karakter prososial pada siswanya.
Copyrights © 2026