Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih ditemukan di Desa Karangsono, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahannya. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, diskusi, dan pendekatan partisipatif melalui kegiatan Posyandu yang disertai edukasi kesehatan. Hasil menunjukkan terdapat 8 balita mengalami stunting dengan karakteristik usia 24–59 bulan. Faktor yang berkaitan dengan kejadian stunting meliputi rendahnya pendidikan ibu dan kondisi sosial ekonomi keluarga yang sebagian besar bekerja sebagai petani. Edukasi mengenai gizi seimbang, ASI eksklusif, MP-ASI, dan pemantauan pertumbuhan mendapat respons positif dari ibu balita serta didukung kolaborasi pemerintah desa, bidan, kader Posyandu, dan mahasiswa KKN. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan masyarakat dan memperkuat komitmen bersama dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan
Copyrights © 2026