Melimpahnya komoditas pisang di Desa Neglasari, Kota Banjar, memicu pertumbuhan UMKM olahan pisang, namun menyisakan persoalan limbah kulit pisang yang belum termanfaatkan secara optimal. Merespons hal ini, mahasiswa KKN Kelompok 02 STISIP Bina Putera Banjar mengadakan pelatihan dan pengarahan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Neglasari untuk mengolah limbah tersebut menjadi pupuk organik serbuk bernilai jual. Pelaksanaan program memadukan pendekatan persuasive (persuasive approach) dan praktik langsung (learning by doing). Proses pengolahannya mencakup penjemuran, pencacahan, penumbukan menjadi serbuk, pengemasan, pelabelan, hingga edukasi potensi pasar komersial. Kegiatan ini terbukti sukses meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT. Inovasi ini juga memberikan dampak ganda: mengurangi penumpukan sampah organik di pemukiman sekaligus membuka peluang wirausaha baru sebagai sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat desa
Copyrights © 2026