Faktor krusial dalam menjaga fokus dan efisiensi pembelajaran digital melalui perangkat seluler adalah kestabilan performa infrastruktur. Sejauh ini, aspek pedagosis masih mendominasi pembahasan mengenai aplikasi Cake, sehingga kesiapan sistem masih sangat terbatas untuk dievaluasi. Tujuan program pengabdian masyarakat ini untuk mengidentifikasi pola manajemen memori supaya mencegah sistem dari kegagalan fungsi (crash). Metode campuran (mixed-methods) adalah metode yang digunakan untuk melakukan pemantauan performa perangkat (resource profiler) dan pengukuran pengalaman pengguna (user experience) terhadap siswa di SMPN 1 Arjasa dalam kegiatan ini. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa kondusivitas belajar siswa berbanding lurus dengan dinamika kinerja sistem. Ketika CPU digunakan pada batas normal (< 70%), proses pembelajaran berlangsung dengan sangat lancar. Namun, ketika beban CPU meningkat hingga ≥ 90% akan mengakibatkan fenomena thermal throttling, hal ini memicu munculnya indikasi lag yang menurunkan persentase kepuasan kelancaran antarmuka secara nyata menjadi 64%. Melalui program ini, diperoleh kesimpulan bahwa optimasi alokasi memori heap dan pembatasan beban latar belakang sangat krusial untuk menjaga stabilitas sistem operasi. langkah ini sangat penting demi kenyamanan belajar siswa.
Copyrights © 2026