Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tentang pengenalan linguistik forensik sebagai upaya preventif terhadap penyebaran berita hoaks berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran kritis mahasiswa STIKES Bhayangkara Makassar dalam menyikapi informasi di media digital. Melalui pendekatan ceramah interaktif, Focus Group Discussion (FGD), dan simulasi analisis teks, peserta mampu mengenali karakteristik kebahasaan berita hoaks serta menerapkan langkah-langkah sederhana untuk memverifikasi keaslian informasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa linguistik forensik merupakan pendekatan edukatif yang efektif dalam memperkuat literasi digital dan membangun budaya berpikir kritis di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program literasi digital di perguruan tinggi guna mendukung terciptanya masyarakat akademik yang cakap, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan serta menyebarkan informasi.
Copyrights © 2026