Krisis kepercayaan publik terhadap politisi dan urgensi internalisasi nilai lokal dalam komunikasi politik di Sumatera Barat. Tujuan penelitian adalah menganalisis penggunaan falsafah "Alam Takambang Jadi Guru" sebagai basis konstruksi pesan politik tokoh Minangkabau di wilayah Solok. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi komunikasi, melibatkan wawancara mendalam dengan tokoh politik dan pemangku adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh politik menggunakan metafora alam dan prinsip musyawarah untuk membangun kedekatan emosional serta legitimasi kultural. Strategi ini menciptakan "Legitimasi Hibrida," di mana otoritas demokrasi formal diperkuat oleh pengakuan nilai adat. Pesan politik yang berakar pada kearifan lokal terbukti lebih efektif dalam memitigasi konflik dan meningkatkan partisipasi masyarakat dibandingkan retorika universal. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi falsafah alam ke dalam narasi politik bukan sekadar strategi elektoral, melainkan instrumen kontrol etis yang mengembalikan politik pada nilai-nilai komunal. Keberhasilan kepemimpinan di era modern sangat bergantung pada kemampuan aktor politik dalam menyelaraskan modernitas dengan autentisitas budaya lokal
Copyrights © 2026