Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada karena dapat mengganggu pertumbuhan, status gizi, dan perkembangan anak. Pemeriksaan feses dan kuku merupakan salah satu pendekatan untuk mendeteksi keberadaan telur cacing sebagai upaya identifikasi dini risiko infeksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi telur STH pada sampel feses dan kuku pada anak di Posyandu Melati menggunakan metode flotasi dan sedimentasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pemeriksaan laboratorium terhadap 15 sampel feses dan 15 sampel kuku anak Posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 2 dari 15 sampel feses (13,3%) terdeteksi positif telur fertil Ascaris lumbricoides, sedangkan 13 sampel (86,7%) menunjukkan hasil negatif. Pada pemeriksaan kuku tidak ditemukan telur cacing pada seluruh sampel (100% negatif). Hasil ini menjadi dasar penting bagi upaya edukasi perilaku hidup bersih dan sehat serta pemantauan berkala di lingkungan Posyandu.
Copyrights © 2026