Penelitian ini berangkat dari permasalahan meningkatnya kebutuhan pangan, keterbatasan lahan produktif, serta pentingnya penguatan peran perempuan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kelompok Wanita Tani (KWT) memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Namun, keberhasilan kelompok tersebut sangat dipengaruhi oleh kekuatan modal sosial yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penguatan modal sosial Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya ketahanan pangan dan pemberdayaan perempuan di Kota Dumai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan informan yang terdiri dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, penyuluh pertanian, pengurus dan anggota Kelompok Wanita Tani, serta mitra usaha. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial KWT terbentuk melalui dimensi kepercayaan (trust), jaringan sosial (social networks), norma sosial (social norms), partisipasi (participation), dan kerja sama (cooperation) yang saling memperkuat dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan dan pemberdayaan perempuan. Penelitian ini juga menemukan dimensi baru berupa collective empowerment yang muncul sebagai hasil integrasi seluruh dimensi modal sosial. Dimensi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas perempuan, penguatan kemandirian ekonomi, serta keberlanjutan ketahanan pangan keluarga. Dengan demikian, modal sosial KWT menjadi instrumen strategis dalam mendukung pencapaian SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 5 (Gender Equality) di Kota Dumai.
Copyrights © 2026