Jalan Usaha Tani (JUT) menghubungkan lahan produksi dengan permukiman dan pasar, tetapi manfaatnya tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fisik jalan, melainkan juga oleh mutu implementasi kebijakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pembangunan JUT di Desa Baruh Panyambaran, Kabupaten Balangan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap 10 informan yang dipilih secara purposive dari unsur pelaksana program, penyuluh, pemerintah desa, kelompok tani, dan penerima manfaat. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi belum optimal. Komunikasi program belum menghasilkan pemahaman bersama karena sosialisasi khusus dan konfirmasi kepada pemilik lahan belum konsisten. Perencanaan program dan pembagian tugas telah tersedia, tetapi keterbatasan petugas, anggaran, dan intensitas pengawasan mengurangi kualitas pelaksanaan. Kompetensi pelaksana relatif sesuai, sedangkan tindak lanjut dan ketepatan waktu masih perlu diperkuat. SOP dan alur proposal telah tersedia, tetapi belum sepenuhnya dipahami kelompok tani. Penelitian menemukan kesenjangan implementasi administratif-lapangan, yaitu kondisi ketika aturan dan dokumen tersedia, namun belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi komunikasi partisipatif, pengawasan rutin, dan akses prosedural yang mudah bagi penerima manfaat.
Copyrights © 2026