Keberadaan pabrik gula sebagai industri pengolahan tebu memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat sekitar, namun di sisi lain juga menimbulkan eksternalitas berupa limbah yang berpotensi berdampak pada kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak eksternalitas limbah tebu terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar dalam perspektif ekonomi Islam dengan studi kasus Pabrik Gula PTPN VII Bunga Mayang, Desa Negara Tulang Bawang, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah tebu yang dihasilkan pabrik gula menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, serta penurunan kualitas hidup sebagian masyarakat sekitar. Namun, terdapat pula dampak positif seperti terbukanya lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Dalam perspektif ekonomi Islam, praktik pengelolaan limbah tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan, kemaslahatan, dan tanggung jawab sosial sebagaimana konsep maqashid syariah. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan agar aktivitas industri tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh sesuai dengan nilai-nilai ekonomi Islam.
Copyrights © 2026