Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi keberlanjutan usaha tempe rumah tangga di Desa Tamiajeng dalam memperkuat ekonomi keluarga. Penelitian ini didorong oleh tantangan yang dihadapi oleh produsen mikro terkait fluktuasi harga kedelai impor dan keterbatasan modal. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan triangulasi kuesioner untuk memvalidasi data dari pelaku usaha berbasis keluarga. Hasil menunjukkan bahwa keberlanjutan usaha sangat bergantung pada strategi efisiensi produksi dan optimalisasi peran anggota keluarga dalam operasi sehari-hari. Lebih lanjut, reputasi pribadi pemilik tanpa branding formal merupakan kunci untuk mempertahankan loyalitas pelanggan lokal. Temuan lapangan mengungkapkan bahwa terlepas dari minat inovasi, biaya operasional yang tinggi dibandingkan dengan produksi tempe mentah tetap menjadi hambatan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan ekonomi keluarga penghasil tempe berasal dari stabilitas produk inti dan optimalisasi sumber daya internal keluarga, yang berfungsi sebagai strategi bertahan hidup yang efektif di daerah pedesaan.
Copyrights © 2026