Literasi keuangan yang rendah pada usia sekolah perlu ditangani sejak dini, terlebih pada anak asuh panti yang cenderung mengelola uangnya sendiri lebih awal namun minim pendampingan finansial dari keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak asuh dalam mengelola uang, menumbuhkan kebiasaan menabung, dan memperkenalkan investasi emas sebagai penyimpan nilai. Kegiatan digelar pada 16 Juli 2026 di Asrama Yatim Rumah Harapan, Cikarang, dan diikuti delapan anak asuh jenjang SD dan SMP. Metode yang dipakai adalah experiential learning: ceramah interaktif berbantuan poster alur, permainan memasangkan kartu tanya-jawab secara berpasangan, serta simulasi transaksi memakai uang mainan yang ditukar menjadi keping emas. Dampak kegiatan diukur lewat pre-test dan post-test lima soal pilihan ganda yang dianalisis dengan uji N-Gain. Seluruh peserta hadir dan terlibat aktif, dan rata-rata skor pemahaman meningkat dari 57,1 menjadi 82,9 dari skala 100, dengan nilai N-Gain 0,60 yang tergolong kategori sedang. Anak mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, memahami alasan menabung, serta mengenali emas sebagai tabungan yang nilainya relatif terjaga. Pendekatan bermain sambil belajar terbukti efektif menjembatani konsep keuangan yang abstrak menjadi pengalaman nyata bagi anak.
Copyrights © 2026