Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Program SANBERQU (Santai Bersama Al-Quran) di UPT SMP Negeri 40 Medan membentuk karakter siswa, serta variabel apa saja yang berperan dalam proses tersebut. Strategi deskriptif digunakan dalam penelitian kualitatif ini. Siswa, guru mata pelajaran, kepala sekolah, dan pengajar pendidikan agama Islam terlibat dalam pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Membaca Al-Quran, berdoa, dan memberikan khutbah agama yang mencakup ajaran Islam dan prinsip-prinsip moral adalah beberapa cara Program SANBERQU membantu siswa mengembangkan karakter keagamaan mereka, menurut hasil penelitian. Selain mengajarkan siswa tentang Islam, program ini memberi mereka kesempatan untuk tumbuh secara spiritual, mengembangkan pengendalian diri, dan mengadopsi pola perilaku yang lebih Islami. Untuk membangun lingkungan pendidikan keagamaan, Program SANBERQU bergantung pada dedikasi kepala sekolah, keterlibatan pengajar, dan dukungan keseluruhan dari komunitas sekolah. Sebagian siswa memiliki pemahaman yang dangkal tentang informasi keagamaan, sebagian lainnya kurang memiliki kemauan untuk aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan, dan minat siswa dalam pembelajaran agama telah terpengaruh oleh kemajuan teknologi dan globalisasi. Oleh karena itu, Program SANBERQU merupakan inisiatif sekolah yang bertujuan untuk membentuk karakter keagamaan siswa dengan secara konsisten menanamkan prinsip-prinsip keagamaan dalam kehidupan mereka.
Copyrights © 2026