Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran lingkungan pelaku usaha batu bata dalam perspektif Islamic Green Economy di Desa Purwosari, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap dua pelaku usaha batu bata sebagai informan utama serta ketua RT, aparat desa, dan tokoh agama sebagai informan pendukung. Analisis data menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan pelaku usaha masih beragam. Sebagian pelaku usaha menyadari adanya dampak lingkungan dari proses pembakaran batu bata, sedangkan sebagian lainnya menganggap dampak tersebut tidak berarti. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan usaha yang telah berlangsung secara turun-temurun, tuntutan ekonomi keluarga, serta belum adanya aturan khusus terkait pengelolaan dampak lingkungan. Dalam perspektif Islamic Green Economy, prinsip khalifah dan al-mizan belum tercermin secara optimal dalam praktik usaha. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran pelaku usaha serta dukungan pemerintah desa untuk mewujudkan keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Copyrights © 2026