Penelitian ini membahas keterbatasan penggunaan media interaktif digital dan rendahnya hasil belajar siswa dalam pengajaran keragaman budaya Indonesia di kelas lima Pendidikan Pancasila. Metode dan sumber belajar konvensional yang berkontribusi pada rendahnya hasil belajar di SDN 02 Wonokerso, Tembarak. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dalam kerangka Penelitian dan Pengembangan yang dimodifikasi berdasarkan model Borg & Gall. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis kebutuhan, sedangkan data kuantitatif diperoleh menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok dengan 24 siswa. Produk yang dikembangkan, KreasiNusa, adalah media pembelajaran digital pop-up berbasis PowerPoint yang menyajikan keragaman budaya melalui visualisasi interaktif. Validasi ahli menunjukkan kelayakan yang sangat tinggi (ahli media 96%; ahli materi 94%), dan reliabilitas instrumen sangat baik (Cronbach's Alpha = 0,954). Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar, dengan nilai rata-rata meningkat dari 65,75 menjadi 88,83 dan N-gain sebesar 0,7096 (kategori tinggi). Respons siswa sangat positif, dengan lebih dari 90% melaporkan peningkatan minat, kemudahan penggunaan, dan pemahaman materi. Temuan ini menunjukkan bahwa media KreasiNusa layak, efektif, dan mampu memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan bermakna dalam Pendidikan Pancasila di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2026