Penelitian ini bertujuan menganalisis proses adaptasi lingkungan kerja lintas budaya mahasiswa magang Politeknik Negeri Manado di Ooedo Onsen Monogatari Premium Yoshinoya Irokuen, Jepang, serta pengaruhnya terhadap kinerja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan (enam mahasiswa magang dan dua pembimbing lokal), observasi partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi berlangsung melalui tiga fase yang sejalan dengan siklus stress-adaptation-growth (Kim, 2001), dengan titik balik pada sekitar tiga bulan pertama. Faktor penghambat utama adalah kendala bahasa, tekanan disiplin kerja, dan rasa rindu kampung halaman, sedangkan faktor pendorong meliputi dukungan rekan sejawat, dukungan atasan, dan strategi belajar observasi-imitasi sesuai teori belajar sosial Bandura (1977).Keberhasilan proses adaptasi berimplikasi pada peningkatan kinerja mahasiswa yang ditunjukkan melalui meningkatnya kecepatan ,ketepatan dan kemandirian dalam bekerja, serta internalisasi nilai kaizen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan lintas budaya tidak semata menjadi hambatan, tetapi berfungsi sebagai katalis pembentukan kompetensi kerja mahasiswa magang. Temuan ini merekomendasikan penguatan pembekalan pra-keberangkatan bagi institusi pendidikan vokasi dan sistem pendampingan bagi perusahaan penerima magang.
Copyrights © 2026