Perkembangan teknologi digital meningkatkan penggunaan smartphone pada anak sekolah dasar dan pada saat yang sama menghadirkan kebutuhan pengawasan dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi komunikasi orang tua dalam mencegah pengaruh negatif penggunaan smartphone pada anak di Desa Banjarmulya, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Teori Komunikasi Interpersonal DeVito (2016) sebagai Grand Theory dan Parental Mediation Theory sebagai teori utama. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi terhadap 10 orang tua sebagai informan utama serta 10 anak sebagai informan pendukung. Analisis dilakukan melalui penyusunan dan validasi transkrip, coding, kategorisasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi utama, yaitu active mediation melalui nasihat, diskusi, dan penjelasan; restrictive mediation melalui aturan, pembatasan waktu, serta konsekuensi; dan co-using/coviewing melalui pendampingan dan pengawasan. Ketiga bentuk tersebut diterapkan secara saling melengkapi dan disesuaikan dengan kondisi anak, waktu yang tersedia, serta keadaan keluarga. Komunikasi mengenai penggunaan smartphone lebih banyak berpusat pada ibu sehingga membentuk kecenderungan pola roda dalam jaringan komunikasi keluarga. Temuan menunjukkan bahwa penerapan mediasi orang tua tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan kualitas komunikasi interpersonal antara orangtua dan anak.
Copyrights © 2026