Maraknya penyebaran isu sosial-politik melalui meme humor di X (Twitter) dan Instagram menghadirkan bentuk baru dalam penyampaian kritik sosial. Namun, pengemasan pesan politik secara humor juga dapat mengaburkan batas antara kritik sosial, satire, dan disinformasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi meme budaya populer sebagai alat kritik sosial dalam konten komedi politik di X (Twitter). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes melalui konsep denotasi, konotasi, dan mitos. Analisis dilakukan terhadap unsur visual, teks, simbol, serta representasi humor dalam meme untuk mengidentifikasi makna sosial-politik yang dibangun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme politik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media penyampaian kritik terhadap realitas sosial dan politik. Humor, ironi, satire, dan referensi budaya populer digunakan untuk menyampaikan kritik secara ringan dan tidak langsung. Di sisi lain, penyederhanaan pesan dapat menimbulkan beragam interpretasi dan berpotensi memunculkan disinformasi. Dengan demikian, meme politik dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi digital yang memiliki peran penting dalam membentuk cara masyarakat memahami dan merespons isu sosial-politik kontemporer.
Copyrights © 2026