Tahap penyelesaian adalah salah satu langkah yang sangat penting dalam sektor manufaktur yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan akibat penggunaan mesin, peralatan, bahan kimia, dan aktivitas yang melibatkan interaksi langsung antara pekerja dengan lingkungan kerjanya. Di PT. Qubes Indonesia, proses penyelesaian meliputi aktivitas seperti pengamplasan, pengecatan, perakitan akhir, dan pemeriksaan kualitas yang dapat menghadirkan berbagai jenis bahaya, termasuk paparan debu, uap bahan kimia, kebisingan, masalah ergonomi, serta kecelakaan terkait penggunaan peralatan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenali risiko yang kemungkinan ada, menilai tingkat risikonya, serta menetapkan langkah-langkah pengendalian risiko dalam proses penyelesaian dengan memanfaatkan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 15 artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar, ScienceDirect, Garuda, dan Crossref. Artikel yang dipilih dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025, membahas penerapan metode HIRARC pada industri manufaktur, khususnya proses finishing, serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan.
Copyrights © 2026