Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP)
Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026

EMOSI INDIVIDU PEMILIK FEARFUL AVOIDANT ATTACHMENT SEBAGAI INSPIRASI BUSANA KONSEPTUAL

Intan Nur Fitriana (Unknown)
Diana Evawati (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Aug 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketercapaian representasi dualitas emosi individu pemilik fearful avoidant attachment pada busana konseptual melalui penerapan unsur desain busana meliputi material, warna, tekstur, siluet, bentuk, detail, dan pelengkap busana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap tiga informan ahli serta sepuluh informan non-ahli. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, sedangkan analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi dualitas emosi berhasil diwujudkan melalui penerapan unsur-unsur desain busana. Material mikado yang kaku merepresentasikan mekanisme pertahanan diri, sedangkan lace transparan melambangkan kerentanan emosional. Warna hitam, putih, merah, dan fearful avoidant attachment pink memperkuat makna perlindungan diri, konflik batin, harapan, serta kebutuhan akan kasih sayang. Tekstur kontras, siluet hourglass, bentuk geometris, bentuk hati, motif floral, detail benang berserabut, serta pelengkap busana membentuk narasi visual yang menggambarkan konflik antara keinginan untuk dicintai dan ketakutan untuk terluka. Berdasarkan evaluasi informan ahli dan non-ahli, keseluruhan unsur desain dinilai mampu merepresentasikan dualitas emosi secara jelas sehingga menghasilkan busana konseptual yang memiliki nilai estetis, simbolik, dan komunikatif. This study aimed to evaluate the representation of the emotional duality of individuals with a fearful avoidant attachment style in conceptual Fashion through the application of Fashion design elements, including materials, colors, textures, silhouettes, shapes, details, and Fashion accessories. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through literature review, documentation, and in-depth interviews with three expert informants and ten non-expert informants. Data validity was ensured through source triangulation, while data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the representation of emotional duality was successfully achieved through the application of Fashion design elements. Rigid mikado fabric symbolized self-defense mechanisms, whereas transparent lace represented emotional vulnerability. The use of black, white, red, and fearful avoidant attachment pink strengthened the psychological meanings of self-protection, inner conflict, hope, and the need for affection. Contrasting textures, an hourglass silhouette, geometric and heart shapes, floral motifs, frayed thread details, and Fashion accessories created a visual narrative portraying the conflict between the desire for intimacy and the fear of being hurt. Based on evaluations from expert and non-expert informants, the overall design elements effectively represented emotional duality, resulting in a conceptual Fashion work with aesthetic, symbolic, and communicative value.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

snhrp

Publisher

Subject

Other

Description

Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) merupakan salah satu ajang mempertemukan para peneliti disemua bidang pada tingkat nasional. Tujuan diadakan kegiatan ini agar peneliti akan mampu mengembangkan jaringan sosial, bertukar pengetahuan dan membangun jaringan yang kuat antara komunitas ...