Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN KERANG FORTIFIKASI KALSIUM PADA KRUPUK ANEKA RASA UNTUK PENINGKATAN KANDUNGAN GIZI DAN TINGKAT PENERIMAAN KONSUMEN Evawati, Diana
Jurnal AKP Vol 1, No 2 (2010): Jurnal AKP - Desember 2010
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shell is a commodity which known well by community and as kind of cheap seafood, protein-rich, containsabundant of essential amino acid (arginine, leusin and lisin). The sell has approximately 30% of flesh fromthe total weight and have many kinds of mineral calcium, phosphate, iron, iodium and copper. Due to theabundance of the protein of the shell, it’s important to optimizing the benefit of the shell and this researchconduct to perform calcium fortification on the chip to improve the nutrition value of the chip and improvethe opportunities in post production of fishery.This research was laboratory and experimental research by random complete-design which conduct by fivetreatments: T0.T1,T2,T3,T4, counted by RDA and the repetition of each treatment done in four times so thetotal amount of the test was twenty times. The calculation of the protein level was done by Micro-Kjeldalmethod. While the calculation of the calcium and organoleptic value wasvdone by Hedonic scale by expertpanelists.Result of the experiment was the color of the shell chips (10%) is higher and the increasing of as on thecalcium fortified-chips is positively correlated to the calcium level on its. The analysis of bioavailabilitydone by in vitro method,and the result was only 12.93% of calcium which is absorbed to the body and onthe control chips, while 6,09% of calcium of the 10% calcium fortified-chips absorbed to the body.
PELATIHAN PEMBUATAN ANEKA KREASI ABON BERBAHAN DASAR IKAN AIR TAWAR DESA BRINGKANG KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK Evawati, Diana; Karyanto, Yunus; ., Susilowati
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 3 No 2 (2020): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol3.no2.a2218

Abstract

Tujuan dan Manfaat dari pelatihan ini untuk meneningkatan intake protein dengan pengolahanabon Ikan air tawar. Pengolahan hasil produksi ikan tawar/lele menjadi suatu komonditi yangdapat dijual dengan harga yang lebih tinggi dengan dibuat menjadi beberapa jenis olahan makananberbahan dasar ikan lele yang memenuhi standart keamanan dan kesehatan pangan. Usaha ini diharapkan dapat dijadikan percontohan sehingga peternak yang lain ikut dapat menerapkanditempat usahanya.Pemberdayaan keluarga ( ibu-ibu PKK) peternak lele dalam memperluaspemasaran dan untuk meningkatkan produktifitas. Daya terima abon ikan air tawar untuk ujiorganoleptik warna, aroma, tekstur dan rasa dengan lama pemanasan yang berbeda berpengaruhsecara nyata. Dari hasil uji efektivitas untuk menentukan perlakuan terbaik dari pemanasan yangdilakukan, diperoleh abon ikan air tawar dengan lama pemanasan 30 menit.
DAYA TERIMA KONSUMEN KARAGE TERHADAP DIVERSIFIKASI PENGOLAHAN IKAN LELE DUMBO (CLARIAS GARIEPIUS) DALAM RANGKA PENINGKATAN KONSUMSI PROTEIN Evawati, Diana
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol9.no16.a1255

Abstract

Peningkatan produksi ikan lele akan membahayakan usaha budidaya ikan lele apabila tidak disetai inovasi teknologi hasil pengolahannya. Hal ini disebabkan karena konsumsi terbesar ikan lele masih dalam bentuk segar, belum banyak dimanfaatkan dalam bentuk produk olahan. Diversifikasi pengolahan ikan lele diperlukan untuk mengimbangi peningkatan produksi ikan lele menjadi produk olahan Karage yang mempunyai nilai ekonomis dan mempunyai daya simpan yang lebih panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima (Tingkat kesukaan) makanan karage ikan lele. Selain itu juga untuk menghitung nilai gizi energi dan protein. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan rancangan percobaan 4 formulasi perlakuaan karage ikan lele. Sampel penelitian adalah 4 perlakuan formulasi karage. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui fillet ikan lele menjadi karage lele. Pada penelitian ini digunakan ukuran yang diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya Hasil penelitian didapatkan 4 formulasi Karage ikan lele perlakuan T2 adalah produk yang paling disukai panelis dan di dapat kandungan protein tertinggi pada perlakuan T3 yaitu 11.49 karage ikan lele yang paling disukai panelis berasa gurih dan renyah, juga penampilan yang menarik. Dari hasil penelitian dapat direkomendasikan : 1) Untuk memperkaya keragaman modifikasi hasil olahan ikan lele dapat menambah pada jenis kudapan yang ada di daerah setempat yang disukai dari balita sampai dengan usia dewasa, baik kudapan tradisional maupun modern. 2) Untuk penelitian lebih lanjut dapat berbagai jenis olahan ikan lele untuk meningkatkan nilai gizi hasil olahan berbahan dasar ikan lele.
EFEKTIFITAS DIET MAKANAN FUNGSIONAL LOKAL PADA PERAWATAN SPA CUISINE DAN SPA TRADISIONAL UNTUK NUTRISI KULIT DAN PENCEGAHAN PENUAAN DINI Evawati, Diana; Susilowati, Susilowati; Karyanto, Yunus
WAHANA Vol 60 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v60i1.1134

Abstract

Dunia kecantikan sedang booming aneka jasa perawatan kecantikan dengan embel-embel Spa. Spa berkonotasi sebuah layanan perawatan modern, terkini, gaul, berkelas dan sederet image lain dan memiliki daya jual tinggi pada masyarakat yang butuh status dan merupakan lifestyle. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat formula berbagai makanan fungsional lokal dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk perawatan kecantikan berbahan dasar makanan fungsional dan diet menu pendamping Spa Cuisine. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu Rancangan percobaan yang dilakukan adalah rancangan penelitian pada subyek dilakukan tanpa pengulangan (Post Only Design). Perlakuan yang dilakukan adalah intake nutrisi penambahan bahan makanan lokal antara lain (menu hidangan makanan fungsional lokal pada saat perawatan Spa dan rempah-rempah untuk perawatan Spa) dibagi menjadi dua kelompok perlakuan pada panelis untuk perawatan Spa Cuisine dan Spa Tradisional dengan sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian produk perawatan berbahan makanan fungsional dan diet Spa Cuisine dapat meningkatkan kesehatan dan kecantikan kulit serta penundaan penuaan dini di imbangan dengan pemilihan kosmetik yang tepat untuk perawatan sehari-hari. Luar penelitian yang dihasilkan formula pembuatan produk perawatan kecantikan berbahan dasar makanan fungsional lokal rembah-rempah, kopi tepung dan lain-lain.. Hal ini disebabkan oleh kandungan – kandungan nutrisi pada bahan pangan tersebut untuk mencegah proses penuaan dini pada kecantikan kulit
ABON BANDENG (CHANOS-EHANOS) UNTUK MENINGKATKAN INTAKE NUTRISI PROTEIN DAN KALSIUM PADA BALITA GIZL BURUK: milk fish; shredded; calcium and protein Evawati, Diana
WAHANA Vol 62 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v62i1.1322

Abstract

The main goal of this study is to descn'be the best composition in producing good shredded which has nutrient content, especiaUy acceptable protein and calcium. The pwpose and the benefit of this research are: to analyze the increase in the intake of protein and calcium for malnutrition children with •milk fish shredded. This study uses basic formula of milk shredded that is high in protein and calcium to improve the nutritional intake ofproteinand calcium of infant malnutrition. This research was conducted through quantitative methodology. The experimental approach is to provide threatment sample and perform laboratory tests to determine levels of protein, calcium and analyze the results of treatment trials through color, taste, texsture and level of preference. The results of this research are the effects of different heating times and the protein content of milk fish with a long shredded about 20 minutes is equal to 12.88% on longetheating25 minutes at 10,74 and at 30 minutes long warm of9,31 %. They are not affected significantly. The protein content in milk shredded with different heating times calcium levels were not significantly different by treatment with some degree of warming. From the test results to determine the effectiveness of the heating treatment performed best, shredded obtained by heating 30 minutes
PENERIMAAN KONSUMEN PADA KRUPUK FORTIFIKASI KALSIUM DARI KULIT KERANG SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH GUNA PENANGGULANGAN GIZI BURUK: konsumen, fortifikasi, kalsium, kulit kerang, gizi Evawati, Diana
WAHANA Vol 55 No 2 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v55i2.1384

Abstract

Kerang merupakan salah satu komoditas dari kelompok shellfish yang sudah dikenal masyarakat, Kerang adalah salah satu hewan laut yang sudah lama dikenal sebagai sumber protein hewani yang murah, kaya akan asam amino esensial (arginin, leusin, lisin). Kerang mengandung daging sekitar 30% dari berat keseluruhan, yang mengandung mineral-mineral kalsium, fosfat, besi, yodium, dan tembaga.). Kegiatan pengolahan kerang menghasilkan limbah padat yang cukup tinggi. Besarnya jumlah limbah padat cangkang kerang yang dihasilkan yang mempunyai kandungan kalsium dan protein yang cukup tinggi, memerlukan upaya serius untuk menanganinya agar dapat bermanfaat dan mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Maka diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diupayakan mengadakan penelitian fortifikasi kalsium pada produk krupuk untuk pemanfaatan limbah kulit kerang untuk peningkatan nilai gizi dan peluang usaha pasca panen hasil perikanan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Sedangkan rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan yaitu TO.T1,T2,T3,T4, dengan prosentase berdasarkan RDA jumlah ulangan untuk setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 20 satuan percobaan Penentuan kandungan kalsium (SNI,1992) dan penentuan nilai organoleptik yang dilakukan adalah dengan metode skala hedonik , yaitu penilai mutu bahan makanan oleh panelis ahli. Hasil penelitian warna, rasa, tekstur kerupuk yang ditambah kulit kerang tidak mempengaruhi tingkat penerimaan panelis ahli
GIZI KECANTIKAN PENGHAMBAT PROSES PENUAAN DINI: Gizi, kecantikan, Penuaan Dini Evawati, Diana
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1396

Abstract

Kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kecantikan mendudukkan porsi sepadan dengan upaya untuk kesehatan diri. Pemicu munculnya kesadaran akan perawatan kecantikan ditimbulkan oleb banyak hal, seperti kesadaran tampil cantik dan sehat, re1aksasi pergau1an, status, rekreasi, relasi dsb. You are whay you eat, adaIah pepatah yang mengeratkan hubungan antara makanan yang masuk kedalam tubuh kita dengan imbaIan kesehatan yang kita peroleb. Faktor-faktor yang berpengaruh pada tampiJan kecantikan seseorang adalah : l)Jnner beauty atau inner glow atau kecantikan yang muncul dari olah kepribadian seseorang. 2)Outer glow atau faktor luar adalah hal-hal yang berkaitan dengan upaya menuju cantik melalui perawatan dari luar dan tata rias atau make-up. Keberbasilan Outer glow didukung oleh kesebatan tubuh, kulit, rambut yang berkaitan dengan intake makanan kedalam tubuh. Mnausia tidak dapat menghindar dari proses penuaan. Penuaan pada dasamya diakibatkan oleh adanya radikal-radikal bebas yang merusak sel-sel atau epitel-epitel daiam tubuh. Pengendalian radikal-radikal bebas dapat dikurangi oleh antioksidan-antioksidan dalam sel-sel darah manusia. Salah satu cara untuk meningkatkan keberaadaan antioksidan daIam tubuh dengan cara mengkonsumsi bahan-bahan pangan kaya antioksidan (vitamin E, C, dan beta karoten yaitu sayuran dan buah-buahan. Berbagai hasil penelitian dan hasil studi menunjukkan bahwa terdapat 10 macam bahan pangan super antioksidan yaitu alpukat, brokoli, wortel, kubis, jeruk keprok, buah berry, anggur, bawang-bawangan, bayam dan tomat Mengkonsumsi baban-bahan pangan kaya antioksidan memberikan manfaat antara lain menghambat kanker, menjaga kemampuan mental dan fisik, menyelamatkan penglihatan mata, menghindarkan terjadinya penyakit jantung, kolesterol, pengumpu1an darah dsb Membahas intake makanan untuk kesehatan dan kecantikan yang selaras dengan booming perawatan kecantikan, Spa Cuisine atau bidangan Spa adaIah makanan yang memiliki keseimbangan kandungan dan untuk memudabkan pencemaan serta memasukkan energi yang optimum kedalam tubuh, menuju makanan yang sehat untuk bidup yang sehat pula. Hidangan Spa mengandung sejumlah protein, karbobidrat, lemak dan tercantum jumlah kalori yang dihasilkan, untuk memenubi kebutuhan diet, sehingga perawatan spa yang khususnya bertujuan untuk perawatan tubuh atau lebih khusus untuk menurunkan berat badan, harus diikuti dengan mengkonsumsi makanan yang menunjang program perawatan.
DAYA TERIMA KONSUMEN KARAGE TERHADAP DIVERSIFIKASI PENGOLAHAN IKAN LELE DUMBO (CLARIAS GARIEPIUS) DALAM RANGKA PENINGKATAN KONSUMSI PROTEIN Diana Evawati
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.65 KB) | DOI: 10.36456/bp.vol9.no16.a1255

Abstract

Peningkatan produksi ikan lele akan membahayakan usaha budidaya ikan lele apabila tidak disetai inovasi teknologi hasil pengolahannya. Hal ini disebabkan karena konsumsi terbesar ikan lele masih dalam bentuk segar, belum banyak dimanfaatkan dalam bentuk produk olahan. Diversifikasi pengolahan ikan lele diperlukan untuk mengimbangi peningkatan produksi ikan lele menjadi produk olahan Karage yang mempunyai nilai ekonomis dan mempunyai daya simpan yang lebih panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima (Tingkat kesukaan) makanan karage ikan lele. Selain itu juga untuk menghitung nilai gizi energi dan protein. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan rancangan percobaan 4 formulasi perlakuaan karage ikan lele. Sampel penelitian adalah 4 perlakuan formulasi karage. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui fillet ikan lele menjadi karage lele. Pada penelitian ini digunakan ukuran yang diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya Hasil penelitian didapatkan 4 formulasi Karage ikan lele perlakuan T2 adalah produk yang paling disukai panelis dan di dapat kandungan protein tertinggi pada perlakuan T3 yaitu 11.49 karage ikan lele yang paling disukai panelis berasa gurih dan renyah, juga penampilan yang menarik. Dari hasil penelitian dapat direkomendasikan : 1) Untuk memperkaya keragaman modifikasi hasil olahan ikan lele dapat menambah pada jenis kudapan yang ada di daerah setempat yang disukai dari balita sampai dengan usia dewasa, baik kudapan tradisional maupun modern. 2) Untuk penelitian lebih lanjut dapat berbagai jenis olahan ikan lele untuk meningkatkan nilai gizi hasil olahan berbahan dasar ikan lele.
PELATIHAN PEMBUATAN ANEKA KREASI ABON BERBAHAN DASAR IKAN AIR TAWAR DESA BRINGKANG KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK Diana Evawati; Yunus Karyanto; Susilowati .
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 3 No 2 (2020): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol3.no2.a2218

Abstract

Tujuan dan Manfaat dari pelatihan ini untuk meneningkatan intake protein dengan pengolahanabon Ikan air tawar. Pengolahan hasil produksi ikan tawar/lele menjadi suatu komonditi yangdapat dijual dengan harga yang lebih tinggi dengan dibuat menjadi beberapa jenis olahan makananberbahan dasar ikan lele yang memenuhi standart keamanan dan kesehatan pangan. Usaha ini diharapkan dapat dijadikan percontohan sehingga peternak yang lain ikut dapat menerapkanditempat usahanya.Pemberdayaan keluarga ( ibu-ibu PKK) peternak lele dalam memperluaspemasaran dan untuk meningkatkan produktifitas. Daya terima abon ikan air tawar untuk ujiorganoleptik warna, aroma, tekstur dan rasa dengan lama pemanasan yang berbeda berpengaruhsecara nyata. Dari hasil uji efektivitas untuk menentukan perlakuan terbaik dari pemanasan yangdilakukan, diperoleh abon ikan air tawar dengan lama pemanasan 30 menit.
EFEKTIFITAS DIET MAKANAN FUNGSIONAL LOKAL PADA PERAWATAN SPA CUISINE DAN SPA TRADISIONAL UNTUK NUTRISI KULIT DAN PENCEGAHAN PENUAAN DINI Diana Evawati; Susilowati Susilowati; Yunus Karyanto
WAHANA Vol 60 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.127 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v60i1.1134

Abstract

Dunia kecantikan sedang booming aneka jasa perawatan kecantikan dengan embel-embel Spa. Spa berkonotasi sebuah layanan perawatan modern, terkini, gaul, berkelas dan sederet image lain dan memiliki daya jual tinggi pada masyarakat yang butuh status dan merupakan lifestyle. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat formula berbagai makanan fungsional lokal dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk perawatan kecantikan berbahan dasar makanan fungsional dan diet menu pendamping Spa Cuisine. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu Rancangan percobaan yang dilakukan adalah rancangan penelitian pada subyek dilakukan tanpa pengulangan (Post Only Design). Perlakuan yang dilakukan adalah intake nutrisi penambahan bahan makanan lokal antara lain (menu hidangan makanan fungsional lokal pada saat perawatan Spa dan rempah-rempah untuk perawatan Spa) dibagi menjadi dua kelompok perlakuan pada panelis untuk perawatan Spa Cuisine dan Spa Tradisional dengan sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian produk perawatan berbahan makanan fungsional dan diet Spa Cuisine dapat meningkatkan kesehatan dan kecantikan kulit serta penundaan penuaan dini di imbangan dengan pemilihan kosmetik yang tepat untuk perawatan sehari-hari. Luar penelitian yang dihasilkan formula pembuatan produk perawatan kecantikan berbahan dasar makanan fungsional lokal rembah-rempah, kopi tepung dan lain-lain.. Hal ini disebabkan oleh kandungan – kandungan nutrisi pada bahan pangan tersebut untuk mencegah proses penuaan dini pada kecantikan kulit