Air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dan memenuhi kebutuhan air bersih di daerah gambut dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang kompleks. Kebun Raya Sriwijaya (KRS) berlokasi di wilayah rawa gambut sehingga sulit didapatkan air bersih. Tujuan penelitian ini menguji kinerja proses pengolahan air sumur bor menggunakan teknik mikrofiltrasi di Perkantoran Kebun Raya Sriwijaya dan menentukan effisiensi penurunan parameter fisik, kimia sebelum dan setelah proses mikrofiltrasi. Sampel dianalisa sesuai standar baku air bersih meliputi parameter TSS dengan metode uji SNI 6989.3-2019, pH dengan metode uji SNI 6989.11-2019, COD dengan metode uji SNI 6989.2-2019, BOD5 dengan metode uji SNI 6989.72-2019, sedangkan besi (Fe), dan mangan (Mn) dengan metode SNI 6989.84-2019. Dari hasil penelitian air baku didapat konsentrasi COD, BOD5, besi (Fe) dan mangan (Mn) masih melebihi batas ambang yang diperbolehkan untuk air bersih menurut Permenkes RI/492/Menkes/Per/IV/2010. Penelitian ini menggunakan 5 buah catridge/filter, yaitu catridge spoon ukuran 0,3 µm dan 0,1 µm, sebuah catridge berisi serbuk besi dan 2 buah catridge berisi karbon aktif, dan juga menggunakan 3 macam tekanan yaitu tekanan 0,5, 1 dan 1,5 bar gauge, didapat hasil optimal pada tekanan 1,5 bar gauge yang berhasil menurunkan konsentrasi TSS dan besi dibawah standar BML
Copyrights © 2026