Pencemaran logam berat di wilayah pesisir merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang berpotensi menurunkan kualitas perairan dan mengancam keberlangsungan ekosistem akuatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi logam berat tembaga (Cu) dan kromium (Cr) pada media air dan sedimen di pesisir Surabaya serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan baku mutu yang berlaku. Pengambilan sampel dilakukan pada tahun 2025 di lima lokasi, yaitu Pantai Warna-Warni, Suramadu, Kenpark, Wonorejo, dan Gunung Anyar. Sampel air dianalisis menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) setelah diawetkan dengan HNO₃, sedangkan sampel sedimen dianalisis menggunakan AAS setelah proses destruksi mengacu pada USEPA (1996). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Cu pada media air berkisar antara 0,03–0,05 mg/L dan seluruh lokasi telah melebihi baku mutu PP No. 82 Tahun 2001, sedangkan konsentrasi Cr berkisar antara 0,03–0,05 mg/L dengan hanya satu lokasi yang mencapai nilai ambang batas. Konsentrasi Cu dan Cr tertinggi pada media air ditemukan di Pantai Warna-Warni. Pada media sedimen, konsentrasi Cu (0,17–0,29 mg/kg) dan Cr (0,09–0,11 mg/kg) masih berada di bawah pedoman kualitas sedimen SEPA (2000) dan NOAA (1999). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencemaran logam berat lebih nyata terdeteksi pada media air dibandingkan sedimen, sehingga pemantauan kualitas perairan secara berkala diperlukan sebagai upaya pengendalian pencemaran di wilayah pesisir Surabaya.
Copyrights © 2026