Pencemaran air limbah akibat logam berat adalah salah satu masalah lingkungan yang membutuhkan teknologi pengolahan yang efektif dan tidak merusak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana tanaman air dapat digunakan sebagai bahan bantu menganalisis penggunaan tanaman air untuk membersihkan logam berat dalam berbagai jenis limbah air dengan menggunakan sistem constructed wetland. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berasal dari artikel penelitian dalam bahasa Indonesia dan internasional, buku, serta berbagai sumber ilmiah lainnya yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, kemudian dianalisis secara deskriptif. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa tanaman air, yaitu Eichhornia crassipes, Pistia stratiotes, Typha angustifolia, dan Chrysopogon zizanioides L., dapat mengurangi kandungan logam berat seperti Pb, Cd, Fe, Mn, Cr, Ni, Cu, dan Zn.Cara yang digunakan meliputi mekanisme fitoakumulasi, penyerapan melalui akar, hiperakumulasi, fitoekstraksi, serta fitostabilisasi. Kemampuan tanaman dalam membersihkan logam berat tergantung pada jenis tanaman yang digunakan, jenis logam yang tercemar, tingkat kepadatan polutan, durasi kontak tanaman dengan polutan, serta struktur kolam terbangun yang dibuat. Secara umum, sistem tambak buatan yang menggunakan tanaman, bahan penanam, dan mikroorganisme adalah alternatif pengolahan air tercemar yang efektif, ramah lingkungan, serta bisa dikembangkan untuk mengurangi pencemaran logam berat.
Copyrights © 2026