Penentuan jumlah produksi yang optimal dapat dilakukan dengan menggunakan model matematis agar hubungan antarvariabel dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mencapai pendapatan maksimal. IKM Osadha Nusantara merupakan salah satu industri di Kota Samarinda yang bergerak pada bidang pengolahan minuman herbal. Industri ini memproduksi dua jenis produk utama, yaitu teh celup herbal dan serbuk herbal. Produk teh celup terdiri dari beberapa varian, yaitu bawang dayak, bajakah merah, bajakah super, dan bunga telang, sedangkan produk serbuk terdiri dari jahe merah dan kopi herbal. Selama ini, jumlah produksi Osadha Nusantara untuk setiap varian disamakan, yaitu sebesar 600 kemasan per periode produksi tanpa mempertimbangkan keterbatasan ketersediaan bahan baku serta perbedaan tingkat permintaan pada masing-masing produk setiap bulannya. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakefisienan dalam alokasi sumber daya serta belum mampu memaksimalkan pendapatan yang dapat diperoleh. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan menggunakan model Integer Programming yang bertujuan untuk menentukan jumlah produksi optimal guna memaksimalkan pendapatan dengan tetap mempertimbangkan keterbatasan bahan baku dan permintaan pasar. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan model, yaitu model teoritikal dan model praktikal yang merepresentasikan kondisi nyata perusahaan. Berdasarkan hasil software LINGO, pada model teoritikal menghasilkan pendapatan Rp119.400.000,00 dengan produksi utama teh bajakah super 1.140, serbuk jahe merah 1.020, dan kopi herbal 1.800 kemasan. Sedangkan, pada model praktikal sebesar Rp67.665.000,00 dengan produksi teh bajakah merah 250, teh bajakah super 519, teh bawang dayak 200, teh bunga telang 250, serbuk jahe merah 600, serta serbuk kopi herbal 600 kemasan.
Copyrights © 2026