Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Indonesia masih menghadapi inefisiensi operasional akibat proses manajemen stok yang dilakukan secara manual dan tidak terintegrasi. Penelitian ini bertujuan memetakan proses bisnis operasional UMKM kuliner yang berjalan saat ini, mengukur efisiensi throughput sebelum dan sesudah rancangan ulang proses berbasis digitalisasi, serta merancang model proses bisnis baru yang terintegrasi dengan teknologi informasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif dengan metode Business Process Reengineering (BPR) pada satu UMKM kuliner di Jawa Timur, didukung pemetaan proses standar ASME. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses manajemen stok awal terdiri dari 9 aktivitas dengan total waktu 120 menit dan efisiensi throughput 75%, dengan aktivitas penundaan pengambilan keputusan pembelian sebagai bottleneck utama. Setelah rancangan ulang proses berbasis digitalisasi, jumlah aktivitas menyusut menjadi 8 dengan total waktu 40 menit dan efisiensi throughput meningkat menjadi 90%, setara penghematan waktu proses 80 menit per siklus. Peningkatan ini dicapai melalui eliminasi aktivitas pencatatan manual, otomatisasi notifikasi stok minimum, serta pelaporan stok secara real-time. Nilai efisiensi 90% merupakan hasil kalkulasi proyeksi rancangan, bukan implementasi penuh di lapangan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi UMKM kuliner skala kecil bahwa digitalisasi proses operasional yang diawali dengan redesain proses bisnis secara menyeluruh dapat meningkatkan efisiensi secara signifikan dan terukur.
Copyrights © 2026