Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Gender Gap dan Work-life balance terhadap Kelangsungan Karier Perempuan di Kalangan Gig Workers pada Sektor Bisnis Digital Robiatul Adawiyah; Muhammad Febrilian Dwi Syahputra
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): July
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v4i1.592

Abstract

Perkembangan gig economy di sektor bisnis digital telah menciptakan peluang kerja yang lebih fleksibel bagi perempuan. Namun, perempuan gig workers masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan gender (gender gap) dan kesulitan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance) yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan karier. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gender gap dan work-life balance terhadap career continuity pada perempuan gig workers di sektor bisnis digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 110 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan IBM SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gender gap tidak berpengaruh signifikan terhadap career continuity, sedangkan work-life balance berpengaruh positif dan signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,209 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 20,9% variasi career continuity, sedangkan 79,1% dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menunjukkan bahwa work-life balance merupakan faktor yang lebih menentukan keberlanjutan karier perempuan dibandingkan persepsi terhadap ketimpangan gender serta menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mendukung keberlanjutan karier perempuan di sektor bisnis digital.
Transformasi Proses Bisnis UMKM Kuliner Melalui Digitalisasi Proses Operasional Nabilah Khanun; Muhammad Febrilian Dwi Syahputra
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v5i1.1844

Abstract

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Indonesia masih menghadapi inefisiensi operasional akibat proses manajemen stok yang dilakukan secara manual dan tidak terintegrasi. Penelitian ini bertujuan memetakan proses bisnis operasional UMKM kuliner yang berjalan saat ini, mengukur efisiensi throughput sebelum dan sesudah rancangan ulang proses berbasis digitalisasi, serta merancang model proses bisnis baru yang terintegrasi dengan teknologi informasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif dengan metode Business Process Reengineering (BPR) pada satu UMKM kuliner di Jawa Timur, didukung pemetaan proses standar ASME. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses manajemen stok awal terdiri dari 9 aktivitas dengan total waktu 120 menit dan efisiensi throughput 75%, dengan aktivitas penundaan pengambilan keputusan pembelian sebagai bottleneck utama. Setelah rancangan ulang proses berbasis digitalisasi, jumlah aktivitas menyusut menjadi 8 dengan total waktu 40 menit dan efisiensi throughput meningkat menjadi 90%, setara penghematan waktu proses 80 menit per siklus. Peningkatan ini dicapai melalui eliminasi aktivitas pencatatan manual, otomatisasi notifikasi stok minimum, serta pelaporan stok secara real-time. Nilai efisiensi 90% merupakan hasil kalkulasi proyeksi rancangan, bukan implementasi penuh di lapangan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi UMKM kuliner skala kecil bahwa digitalisasi proses operasional yang diawali dengan redesain proses bisnis secara menyeluruh dapat meningkatkan efisiensi secara signifikan dan terukur.
Usability Evaluation of Customer Information System Application Interface Design Using System Usability Scale (SUS) Method Kezia Anatasya Caroline Manalu; Muhammad Fajar Wahyudi Rahman; Muhammad Febrilian Dwi Syahputra; Riska Dhenabayu
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 10 No. 2 (2026): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Oktober 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v10i2.28340

Abstract

Abstract The Customer Information System (CIS) application of Perumda Air Minum Surya Sembada Surabaya is one of the digital services supporting public service delivery. However, no systematic usability evaluation has been conducted to date, while users continue to report various complaints through Google Play Store reviews, including slow application performance, confusing navigation, and inconsistent self-meter reading schedules. This study aims to produce interface improvement recommendations for the CIS application through the Design Thinking approach and to evaluate the usability level of the resulting interface design using the System Usability Scale (SUS). Data collection was carried out through content analysis of 20 Google Play Store reviews and in-depth interviews with 20 customers. The evaluation results indicate that the main issues include slow application performance (60 percent) and inconsistent self-meter reading schedules (25 percent). Based on these findings, interface improvement recommendations were developed through the Design Thinking stages, resulting in a Figma-based interactive prototype featuring simplified navigation, billing information cards, water consumption graphs, meter reading reminder features, and the AIRA chatbot. The prototype was then evaluated using SUS with 30 general respondents and 5 expert respondents, obtaining SUS scores of 86 for general respondents and 81 for expert respondents, both of which fall into the Excellent category. The results demonstrate that usability evaluation combined with the Design Thinking approach is capable of producing interface recommendations with a high usability level, which can serve as a reference for future CIS application development.