Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan pentingnya hubungan pertemanan dalam pembentukan identitas diri dan perkembangan emosional. Namun, tidak semua hubungan pertemanan memberikan dampak positif karena masih ditemukan fenomena toxic friendship yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis remaja. Ketika kesejahteraan psikologis remaja terpengaruh, maka pertemanan mereka akan terganggu. Oleh sebab itu, diperlukan banyak kegiatan yang dapat mendukung pengurangan perilaku toxic friendship melalui kegiatan “Friendship Healing Class”. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dikemas dengan bentuk kegiatan edukatif dan reflektif untuk membantu siswa memahami tentang konsep pertemanan yang sehat. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Katolik Santo Albertus Malang. Data diperoleh melalui kegiatan Friendship Reflection Card dan Friendship Appreciation Card yang kemudian dianalisis menggunakan Teknik content analysis. Hasil kegiatan ini adalah siswa memandang pertemanan sebagai sumber dukungan, motivasi, dan kenyamanan emosional. Namun, masih ditemukan berbagai bentuk toxic friendship seperti gosip, sikap dua muka (two faced), merasa dimanfaatkan, menjadi second choice, hingga tindak perundungan (bullying). Meskipun demikian, sebagian besar siswa menunjukkan kesadaran akan pentingnya empati, komunikasi yang sehat, dan sikap saling menghargai dalam hubungan sosial. Dengan demikian, program Friendship Healing Class memberikan kesempatan bagi siswa untuk merefleksikan pengalaman pertemanan yang mereka alami serta mengekspresikan apresiasi kepada teman secara positif. Dengan demikian, program Friendship Healing Class memberikan ruang refleksi dan apresiasi bagi siswa sehingga membantu meningkatkan pemahaman mengenai ciri-ciri pertemanan sehat, kesadaran diri, kualitas hubungan pertemanan di lingkungan sekolah, serta komitmen untuk membangun komunikasi yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa Friendship Healing Class berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran sosial serta membangun suasana pertemanan yang lebih positif dan suportif di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026