Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARTU KEBAIKAN SEBAGAI MEDIA PENCEGAHAN BULLYING DI SAVE STREET CHILD MALANG Grace Avarina; Hessel Putra Kencana; Sharon Delaya Tjandra; Tiffany Cristabel; Yohanna Nirmalasari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberagaman menjadi hal yang harus dipertahankan bagi anak-anak di era sekarang. Di era yang serba cepat ini keberagaman harus dikenalkan bebarengan dengan sikap peduli. Ketika seseorang sudah peduli tentu dapat menghargai keberagaman. Salah satu komunitas yang memiliki keberagaman ini adalah Save Street Child. Save Street Child merupakan komunitas di Malang yang berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar secara non formal, tempat bagi anak-anak membaca, mewarnai, dan bermain sambil belajar untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas bersama. Selain itu, komunitas ini juga menjadi wadah bagi anak-anak dengan latar belakang seperti kurang mampu untuk bersekolah, tidak memiliki orang tua yang lengkap dan beragam lainnya sehingga dapat berinteraksi dan belajar besama. Di sisi lain, di lingkungan Save Street Child Malang juga kurang mendukung sehingga pengetahuan atau etika sangat jarang diajarkan. Oleh sebab itu, di dalam komunitas ini diperlukan kegiatan pembiasaan yang berhubungan dengan keberagaman. Kegiatan pertama dilakukan dengan pengaplikasian kartu kebaikan untuk motivasi pembelajaran anti-bullying sehingga anak-anak dapat lebih berpartisipatif dalam kegiatan yang akan dilaksanakan selanjutnya, kegiatan kedua pengenalan materi anti-bullying secara dasar. Berdasarkan kegiatan yang sudah dilakukan dapat diperoleh hasil bahwa anak-anak aktif berpartisipasi serta menyukai kegiatan pengenalan kartu kebaikan yang diberikan dan memahami materi mengenai sosialisasi anti-bullying secara mendasar yang dipaparkan oleh tim.
FRIENDSHIP HEALING CLASS: REFLEKSI & APRESIASI UNTUK MEMBANGUN PERTEMANAN SEHAT DI SMA DEMPO Jennifer Wu; Efeline Vicktory Agustian; Auliya Elva Rona Junior; Andrian Luviano Natanael; Josephine Honey; Yohanna Nirmalasari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan pentingnya hubungan pertemanan dalam pembentukan identitas diri dan perkembangan emosional. Namun, tidak semua hubungan pertemanan memberikan dampak positif karena masih ditemukan fenomena toxic friendship yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis remaja. Ketika kesejahteraan psikologis remaja terpengaruh, maka pertemanan mereka akan terganggu. Oleh sebab itu, diperlukan banyak kegiatan yang dapat mendukung pengurangan perilaku toxic friendship melalui kegiatan “Friendship Healing Class”. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dikemas dengan bentuk kegiatan edukatif dan reflektif untuk membantu siswa memahami tentang konsep pertemanan yang sehat. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Katolik Santo Albertus Malang. Data diperoleh melalui kegiatan Friendship Reflection Card dan Friendship Appreciation Card yang kemudian dianalisis menggunakan Teknik content analysis. Hasil kegiatan ini adalah siswa memandang pertemanan sebagai sumber dukungan, motivasi, dan kenyamanan emosional. Namun, masih ditemukan berbagai bentuk toxic friendship seperti gosip, sikap dua muka (two faced), merasa dimanfaatkan, menjadi second choice, hingga tindak perundungan (bullying). Meskipun demikian, sebagian besar siswa menunjukkan kesadaran akan pentingnya empati, komunikasi yang sehat, dan sikap saling menghargai dalam hubungan sosial. Dengan demikian, program Friendship Healing Class memberikan kesempatan bagi siswa untuk merefleksikan pengalaman pertemanan yang mereka alami serta mengekspresikan apresiasi kepada teman secara positif. Dengan demikian, program Friendship Healing Class memberikan ruang refleksi dan apresiasi bagi siswa sehingga membantu meningkatkan pemahaman mengenai ciri-ciri pertemanan sehat, kesadaran diri, kualitas hubungan pertemanan di lingkungan sekolah, serta komitmen untuk membangun komunikasi yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa Friendship Healing Class berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran sosial serta membangun suasana pertemanan yang lebih positif dan suportif di lingkungan sekolah.