Defisit bahasa asing sistemik dalam pendidikan dasar memerlukan mobilisasi ekosistem komunitas alternatif dan non-formal. Pembelajar muda secara konsisten menunjukkan Kecemasan Bahasa Asing (Foreign Language Anxiety/FLA) yang tinggi dalam lingkungan pembelajaran formal, yang membentuk filter afektif yang menghambat Pemerolehan Bahasa Kedua (Second Language Acquisition/SLA). Dalam struktur komunitas akar rumput seperti Rukun Tetangga (RT) 01 Sumur Dewa, modal sosial menyediakan matriks yang kuat untuk pemberdayaan pendidikan, terutama ketika difasilitasi melalui kemitraan universitas-komunitas. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk merevitalisasi literasi bahasa Inggris di kalangan anak usia sekolah dasar dengan menerapkan mekanisme Pembelajaran yang Menyenangkan yang dirancang secara teoritis dan praktis untuk menurunkan filter afektif dan meningkatkan daya ingat kosakata serta kompetensi komunikatif dasar, dengan memposisikan masyarakat sebagai pencipta bersama yang aktif. Metode (PAR): Metodologi Penelitian Aksi Partisipatif (PAR) digunakan, yang terstruktur melalui siklus Pemetaan, Perencanaan, Aksi dan Observasi, serta Refleksi. Intervensi ini menggunakan matriks observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan tes literasi sederhana yang disamarkan dalam permainan. Hasil: Setelah siklus PAR yang berulang, fase Pemetaan mengidentifikasi garis dasar di mana mayoritas peserta didik membutuhkan bantuan intensif. Intervensi Pembelajaran Menyenangkan selanjutnya khususnya implementasi sebuahZona Hiburan Bahasa Inggris,Remake Game Tradisional, Dan Lagu dan Gerakanaktivitas berhasil. Matriks observasi mencatat pengurangan substansial dalam kecemasan komunikasi bersamaan dengan peningkatan yang nyata dalam retensi leksikal. Kesimpulan:Keselarasan epistemologis antara Joyful Learning dengan prinsip-prinsip SLA (Second Language Acquisition) berhasil mengurangi hambatan afektif pada pembelajar muda. Mendasarkan intervensi pendidikan ini pada struktur sosial akar rumput mendemokratisasi pemerolehan bahasa, membangun model yang dapat diskalakan untuk pemberdayaan linguistik berbasis komunitas.
Copyrights © 2026