Rendahnya tingkat literasi keuangan pada pelaku usaha mikro masih menjadi persoalan umum, termasuk di Desa Sukasari, Kabupaten Tangerang. Pengusaha makanan rumahan belum terbiasa memisahkan keuangan pribadi dengan modal usaha dan hanya mengandalkan ingatan dalam mencatat pemasukan serta pengeluaran. Kondisi ini membuat para pelaku usaha sulit menentukan keuntungan usaha secara pasti dan membuat keputusan bisnis yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan akuntansi dasar dan keterampilan menyusun laporan keuangan sederhana dengan pendekatan partisipatif dan edukatif. Pengabdian dilaksanakan di Cafe Empang Bizaro, Desa Cicere, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dengan melibatkan sebanyak 20 pelaku usaha makanan skala rumah tangga sebagai peserta. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai peserta dari 48,6 pada pre-test menjadi 82,4 pada post-test. Seluruh peserta berhasil menyusun laporan keuangan sederhana untuk usahanya masing-masing. Pelatihan dan pendampingan berbasis akuntansi dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif sangat efektif meningkatkan kapasitas pelaku usaha makanan rumah tangga, sekaligus berkontribusi pada penguatan usaha mikro di pedesaan.
Copyrights © 2026