Perancangan arsitektur berbasis bangunan berbiaya rendah umumnya dibutuhkan bagi lembaga nirlaba. Salah satu adalah kebutuhan akan bangunan asrama untuk Yayasan Lentera Yatim Indonesia Cabang Sidoarjo yang menjadi objek kasus kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kegiatan ini menggunakan metode pelaksanaan berupa pendampingan dan konsultasi untuk menghasilkan rancangan bangunan asrama yang mampu memenuhi fungsi dasar arsitektur dengan mengutamakan kebutuhan utama penghuni/pemiliknya. Isu utama dari kasus perancangan ini adalah keterbatasan biaya pembangunan dan kebutuhan akan citra islami pada bangunan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa strategi efisiensi biaya pada bangunan berbiaya rendah dapat diintegrasikan dengan pertimbangan keenam fungsi arsitektur sehingga keterbatasan biaya tidak akan selalu mengorbankan fungsi arsitekturalnya. Beberapa fungsi yang berdampak signifikan pada penghematan biaya adalah tata ruang, pengolahan bentuk dan tampilan, serta penghematan energi
Copyrights © 2026