Urgensi penelitian ini adalah pentingnya meningkatkan kualitas keputusan investasi generasi muda agar sejalan dengan perkembangan investasi digital, peningkatan akses informasi, serta kebutuhan pemahaman keuangan yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan dan media sosial terhadap keputusan investasi Generasi Z di Kabupaten Wonogiri, serta menguji peran literasi keuangan digital sebagai variabel moderasi. Latar belakang penelitian ini yaitu pertumbuhan investor pasar modal yang signifikan di kalangan generasi muda, seiring meluasnya akses informasi melalui platform digital. Namun, tingginya antusiasme berinvestasi belum diimbangi pemahaman keuangan yang memadai, terutama akibat paparan konten media sosial yang memicu perilaku FOMO. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel 96 responden Gen Z usia 18-30 tahun yang bekerja, memiliki penghasilan, dan berinvestasi di pasar modal, dipilih dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil menunjukkan: 1) Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi dengan koefisien 0,536 dan p-value 0,000. 2) Media sosial berpengaruh positif dan signifikan. 3) Literasi keuangan digital memoderasi dan memperkuat pengaruh pendapatan terhadap keputusan investasi. 4) Literasi keuangan digital memoderasi dan memperlemah pengaruh media sosial. Adjusted R² sebesar 0,609 menunjukkan model menjelaskan 60,9% variasi keputusan investasi. Implikasi penelitian menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan digital untuk pengambilan keputusan investasi yang rasional di era digital. Dengan demikian, literasi keuangan digital terbukti berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengaruh pendapatan dan memperlemah pengaruh media sosial terhadap keputusan investasi Generasi Z di Kabupaten Wonogiri.
Copyrights © 2026