Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan daya saing akibat belum optimalnya penerapan branding, transformasi digital, dan pengelolaan keuangan usaha. Kondisi tersebut menyebabkan identitas produk kurang kuat, pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran masih terbatas, serta pencatatan keuangan belum dilakukan secara sistematis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan terpadu yang mengintegrasikan penguatan branding, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan sederhana. Program dilaksanakan terhadap 30 pelaku UMKM yang bergerak pada sektor kuliner, kerajinan, dan produk olahan lokal dengan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang dipadukan dengan Business Coaching. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan modul, pelaksanaan workshop, pendampingan implementasi, monitoring, dan evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta mampu meningkatkan kualitas identitas merek melalui pengembangan logo dan kemasan produk, mengoptimalkan pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana pemasaran, serta menerapkan pembukuan sederhana untuk mendukung pengelolaan keuangan usaha. Program juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, daya saing usaha, jejaring kolaborasi antarpelaku UMKM, serta penguatan tata kelola kelembagaan. Model Integrated Digital Business Empowerment terbukti efektif sebagai pendekatan pemberdayaan yang mampu memperkuat kapasitas manajerial dan kompetensi digital pelaku UMKM sehingga mendukung keberlanjutan usaha dan penguatan ketahanan ekonomi komunitas.
Copyrights © 2026