Artikel ini mengkaji fungsi sastra lisan berjudul "Nyekar di Makam Mbah Kanjeng Sepuh Sidayu" dalam masyarakat Sidayu, Kabupaten Gresik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis fungsi sastra lisan tersebut sebagai alat pengesahan pranata budaya dan sebagai alat pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi nyekar berfungsi sebagai pengesahan pranata sosial dan budaya karena telah menjadi kebiasaan kolektif yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, praktik nyekar juga mengandung nilai pendidikan, seperti semangat berbagi, sedekah, dan kepedulian sosial yang diteladani dari sosok Mbah Kanjeng Sepuh. Kajian ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai warisan budaya takbenda yang sarat nilai-nilai kearifan lokal. Kata kunci: sastra lisan, fungsi sastra, nyekar, mitos, sidayu
Copyrights © 2026