Penelitian ini membahas akulturasi budaya Melayu–Tionghoa dalam legenda Pulau Kemaro yang merupakan sastra lisan masyarakat Palembang, karena kajian yang menyoroti legenda tersebut dalam perspektif antropologi sastra masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengenali jenis-jenis akulturasi budaya dan nilai-nilai budaya yang ada di dalamnya. Metode yang diterapkan adalah analitis-deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Data penelitian mencakup narasi legenda Pulau Kemaro yang berkembang dalam tradisi lisan warga Palembang serta informasi sekunder dari berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan dokumentasi, sementara analisis data menggunakan analisis isi dengan pendekatan interpretatif dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda Pulau Kemaro merepresentasikan akulturasi budaya Melayu–Tionghoa yang bersifat koeksistensial serta mengandung nilai toleransi, kesetiaan, pengorbanan, dan pelestarian budaya dalam kehidupan masyarakat Palembang.
Copyrights © 2026