Sastra lisan merupakan bagian dari warisan budaya yang mencerminkan nilai dan keyakinan masyarakat, termasuk mantra pengasihan yang masih dipraktikkan oleh masyarakat Jawa di Kalimantan Timur dalam konteks interaksi sosial. Tradisi kepercayaan berifat lisan dan terbatas, sehingga juga memiliki potensi mengalami perubahan. Penelitian dilakukan bertujuan untuk menggambarkan bentuk, makna, dan fungsi dari mantra pengasihan dalam kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif pendekatan deskriptif. Data berupa tuturan mantra pengasihan yang diperoleh melalui wawancara dengan informan, kemudian dianalisis melalui tahap penyajian, analisis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra pengasihan memiliki struktur yang sederhana dengan bahasa simbolis dan sugestif yang mencerminkan hubungan dan harapan emosional. Mantra ini juga mengandung makna budaya yang berkaitan dengan kepercayaan supranatural. Dengan demikian, mantra pengasihan adalah fenomena sosial budaya sebagai pelestarian tradisi.
Copyrights © 2026