Penelitian ini menganalisis pola pembinaan disiplin siswa berbasis restorative justice (RJ) di SMP IT Al-Ghofar, Cimenyan, Bandung. RJ muncul sebagai paradigma alternatif terhadap disiplin retributif yang berorientasi pada pemulihan relasi dan tanggung jawab aktif. Fokus penelitian mencakup mekanisme, aktor, faktor pendukung-penghambat, dan dampak implementasinya. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wali Kelas, dan siswa, dilengkapi observasi dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman berbantuan perangkat lunak NVivo. Hasil menunjukkan RJ diimplementasikan secara bertingkat: nasihat, peringatan, pemanggilan orang tua, hingga mediasi multipihak. Aktor kunci meliputi wali kelas sebagai penanganan awal, wakil kesiswaan sebagai koordinator, dan kepala sekolah sebagai pengambil keputusan final. Komitmen kepemimpinan dan nilai-nilai Islam menjadi faktor pendukung utama, sementara ketiadaan guru BK dan komunikasi terbatas dengan orang tua menjadi hambatan terbesar. Dampak RJ terlihat pada meningkatnya kenyamanan siswa, kepercayaan orang tua, dan iklim sekolah yang kondusif. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan sumber daya manusia dan sistem dokumentasi agar model pembinaan berbasis nilai lokal-keislaman ini dapat direplikasi secara lebih optimal di sekolah Islam lain.
Copyrights © 2026