Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Single Shaft Hard Plastic Shredder sebagai teknologi pengolahan plastik wisata, mengevaluasi perubahan kapasitas pengetahuan dan keterampilan masyarakat setelah pelatihan, serta mengidentifikasi hasil implementasi dalam produksi ecobrick dan penguatan pengelolaan. Penelitian menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui survei awal, analisis kebutuhan, perancangan dan fabrikasi mesin, pengujian fungsi dan kapasitas, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi. Peserta program berjumlah 17 orang yang terdiri atas pengelola TPS 3R, perangkat desa, pengelola kawasan wisata, dan perwakilan masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa mesin mampu mencacah plastik keras dengan kapasitas rata-rata 45 kg/jam. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 56,53 pada pretest menjadi 85,65 pada posttest, atau meningkat 29,12 poin. Sebanyak 15 peserta (88,24%) mampu melakukan pengoperasian dasar secara mandiri, sedangkan dua peserta (11,76%) masih membutuhkan pendampingan. Program juga menghasilkan produk contoh ecobrick, format pencatatan keuangan berbasis Microsoft Excel, SOP dasar, dan model awal integrasi pengolahan sampah dengan Technopark. Hasil menunjukkan bahwa integrasi teknologi, peningkatan kapasitas masyarakat, pemanfaatan material, dan penguatan manajemen memberikan pendekatan yang lebih komprehensif terhadap pengelolaan sampah plastik wisata.
Copyrights © 2026