JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026

ANALISIS PENYEBAB COST OVERRUN BERDASARKAN PERBANDINGAN RAB DAN RAP PADA LIMA PROYEK GEDUNG

Ahmad Septian Dewanto (Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara)
Mega Waty (Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Cost overrun is a major problem in building construction projects because implementation costs may exceed the initial budget plan. This study analyzes the causes of cost overrun based on the comparison between the budget plan and the implementation budget plan in five completed building projects. The projects consist of an apartment building in Kalimantan, a bank office building in Ragunan, a campus building in Bandung, an office building in East Kalimantan’s New Capital City area, and a hospital building in Kalimantan. The method was conducted by calculating cost overrun at project and item levels, selecting items with the highest cost overrun percentage, and confirming the possible causes with five building construction experts. The results show that the highest project-level cost overrun occurred in the campus project in Bandung at 14.81%, followed by the apartment building in Kalimantan at 11.65%, the bank office building in Ragunan at 11.11%, the office building in the New Capital City at 10.68%, and the hospital building in Kalimantan at 1.37%. The dominant causes are inaccurate volume and unit price estimation, material price changes, site conditions, labor productivity, equipment and mobilization costs, and additional or changed work, supporting resilient infrastructure delivery. Abstrak Cost overrun merupakan permasalahan penting pada proyek konstruksi gedung karena biaya pelaksanaan dapat melebihi anggaran awal yang telah direncanakan. Penelitian ini menganalisis penyebab cost overrun berdasarkan perbandingan rencana anggaran biaya (RAB) dan rencana anggaran pelaksanaan (RAP) pada lima proyek gedung yang telah selesai dikerjakan. Proyek yang dianalisis terdiri dari proyek rumah susun apartemen di Kalimantan, gedung perkantoran bank di Ragunan, proyek kampus di Bandung, proyek perkantoran IKN di Kalimantan Timur, dan proyek rumah sakit di Kalimantan. Metode penelitian dilakukan dengan menghitung cost overrun pada tingkat proyek dan item pekerjaan, memilih item dengan persentase cost overrun terbesar, kemudian mengonfirmasi penyebabnya kepada lima pakar proyek gedung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase cost overrun terbesar terjadi pada proyek kampus di Bandung sebesar 14,81%, diikuti proyek rumah susun apartemen di Kalimantan sebesar 11,65%, gedung perkantoran bank di Ragunan sebesar 11,11%, proyek perkantoran IKN sebesar 10,68%, dan proyek rumah sakit di Kalimantan sebesar 1,37%. Penyebab dominan meliputi ketidaktepatan estimasi volume dan harga satuan, perubahan harga material, kondisi lapangan, produktivitas tenaga kerja, biaya peralatan dan mobilisasi, serta pekerjaan tambah atau perubahan pekerjaan. Hasil ini mendukung pengendalian biaya pada proyek gedung sebagai bagian dari resilient infrastructure.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jmts

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan ...