Penelitian ini bertujuan menganalisis respons pasar modal terhadap informasi akuntansi dan prospek fundamental PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) di tengah fase repricing kawasan industri Subang. Metode yang digunakan bertumpu pada analisis kinerja keuangan, valuasi multiple, serta pelacakan akumulasi arus dana institusional (smart money) hingga kuartal pertama tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SSIA mencatatkan pemulihan fundamental yang signifikan, ditandai dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 35% Year-on-Year (YoY) dan lonjakan EBITDA sebesar 649% YoY pada 1Q26. Katalis struktural utama berasal dari akselerasi Subang Smartpolitan dengan target marketing sales 135 hektar pada 2026, kehadiran BYD sebagai anchor tenant, dan masuknya investasi Djarum Group senilai Rp 3,1 triliun. Lebih lanjut, pengembangan kawasan industri ini diyakini akan menciptakan ekosistem kolaboratif yang berdampak pada transformasi ekonomi lokal. Dari perspektif pasar modal, pemulihan kinerja akuntansi ini direspons melalui akumulasi agresif oleh investor institusi yang berdampak pada penyusutan Single Investor Identification (SID) ritel dari 33.890 menjadi 30.275, serta pengetatan free float saham. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa data akuntansi yang solid dan akumulasi institusional mengonfirmasi tren bullish menuju target nilai intrinsik Rp2.000.
Copyrights © 2026