Perilaku seksual pranikah pada remaja meningkatkan risiko penularan Infeksi Menular Seksual (IMS). Prevalensi IMS pada remaja di Kota Denpasar pada tahun 2023 mencapai 9%, yang salah satunya berkaitan dengan rendahnya pengetahuan sehingga dapat memengaruhi sikap dan tindakan pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan remaja mengenai IMS sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media video. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan one-group pre-test post-test design. Populasi penelitian adalah siswa SMP Negeri 13 Denpasar sebanyak 316 siswa, dengan sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan tentang IMS yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai p pre-test sebesar 0,107 dan post-test sebesar 0,112. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan secara bivariat menggunakan Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata (mean) skor pre-test sebesar 76, sedangkan mean post-test meningkat menjadi 92. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media video. Edukasi menggunakan media video dapat menjadi salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai IMS.
Copyrights © 2026