Pendidikan anak usia dini (PAUD) memerlukan alat belajar yang tepat agar dapat mengoptimalkan pertumbuhan anak. Namun, keterbatasan alat belajar menjadi hambatan yang dihadapi oleh pengajar di TK Islamiyah Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode yang digunakan guru dalam mengatasi kekurangan alat belajar serta menganalisis ketersediaan, akses, kemampuan pengajar, reaksi anak, dan kesesuaian alat dengan materi yang diajarkan. Penelitian ini mengandalkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen dari guru-guru di TK Islamiyah Pontianak. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa para pengajar menerapkan strategi inovatif dengan memanfaatkan barang-barang bekas dan bahan-bahan alami sebagai alternatif alat belajar, yang berhasil meningkatkan partisipasi dan minat belajar anak meskipun dengan sarana yang terbatas. Rekomendasi hasil penelitian menyoroti pentingnya inovasi dari guru dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan agar dapat mempertahankan kualitas pendidikan PAUD.
Copyrights © 2026