Penggunaan obat yang tidak tepat, terutama akibat interaksi dengan makanan dan minuman, masih menjadi permasalahan yang dapat menurunkan efektivitas terapi dan meningkatkan risiko efek samping. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai aturan minum obat yang benar serta interaksi obat dengan makanan dan minuman. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Juanda Samarinda dengan sasaran 39 pasien dan pengunjung puskesmas menggunakan metode penyuluhan tatap muka yang didukung media PowerPoint, leaflet, dan video edukasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri atas 10 pertanyaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, ditandai dengan meningkatnya persentase jawaban benar dari 57,69% pada pre-test menjadi 95,13% pada post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional.
Copyrights © 2026