Maraknya tren penggunaan produk kosmetik dan perawatan kulit (skincare) di media sosial sering kali tidak dibarengi dengan literasi kesehatan yang memadai. Akibatnya, banyak remaja rentan terpapar kosmetik ilegal yang mengandung bahan kimia berbahaya. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja di SMP Negeri 27 Samarinda dalam memilih produk kosmetik yang aman, meningkatkan kewaspadaan terhadap produk ilegal, serta membangun kemandirian verifikasi produk secara digital. Edukasi dilakukan menggunakan kombinasi media Power Point, video animasi edukatif, dan pembagian leaflet. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan jenis kosmetik, bahaya bahan kimia ilegal, sistem budaya "Cek KLIK", serta simulasi penggunaan aplikasi BPOM Mobile. Mayoritas responden adalah remaja perempuan (92%). Evaluasi menunjukkan terjadinya lonjakan nilai rata-rata pemahaman peserta yang sangat signifikan, yaitu dari 72,5% (kategori cukup) pada saat pre-test meningkat menjadi 90% (kategori baik) pada saat post-test. Jumlah siswa dengan tingkat pemahaman berkategori Baik juga meningkat drastis dari 80% menjadi 100% setelah pemaparan materi.
Copyrights © 2026