AbstrakQS. An-Nisā’ [4]: 3 merupakan ayat yang sering dijadikan sebagai legitimasi praktik poligami. Dalam ayat ini juga menyinggung adanya syarat keadilan dalam praktik poligami. Penelitian ini berangkat dari adanya sejumlah kajian terhadap poligami, khususnya berdasarkan QS, An-Nisā’ [4]: 3 yang berfokus pada aspek normatif dan hukum, sedangkan pendekatan bahasa belum banyak digunakan untuk mengkaji struktur makna ayat. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis QS. An-Nisā’ [4]: 3 melalui teori atomisme logis Bertrand Russell untuk mengungkap hubungan isomorfis antara bahasa dalam ayat Al-Qur’an dan dunia realitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui, kitab-kitab tafsir, karya Bertrand Russell, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu analisis struktur bahasa dan non-struktur bahasa, serta analisis kesepadanan antara dunia bahasa dan realitas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kebolehan poligami dalam QS. An-Nisā’ [4]: 3 bukanlah pernyataan yang bersifat mutlak, tetapi dibatasi oleh persyaratan keadilan yang berkorespondensi dengan keterbatasan manusia dalam mewujudkannya secara sempurna. Oleh karena itu, penutup ayat mengarahkan pada pernikahan monogami sebagai bentuk yang paling sesuai dengan struktur makna ayat. Penelitian ini berkontribusi memperkaya studi tafsir melalui penerapan teori atomisme logis Bertrand Russell sebagai pendekatan filsafat bahasa dalam memahami ayat-ayat hukum Al-Qur’an.
Copyrights © 2026