Indonesia beriklim tropis dengan kelembapan tinggi yang mendukung pertumbuhan Malassezia, salah satu mikroorganisme berperan dalam terjadinya ketombe. Penggunaan sampo antiketombe berbahan aktif sintetik secara terus-menerus berpotensi menyebabkan rambut kering dan rusak, sehingga diperlukan alternatif berbahan alam yang relatif aman. Salah satunya adalah jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) mengandung berbagai metabolit sekunder, seperti minyak atsiri, alkaloid, fenol, tanin, saponin, flavonoid, triterpenoid, steroid, sehingga berpotensi dikembangkan dalam sediaan perawatan dari rambut. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi karakteristik fisik serta stabilitas sediaan sampo yang mengandung ekstrak jeruk nipis pada berbagai konsentrasi zat aktif 15% b/v, 30% b/v, dan 45% b/v. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, viskositas, homogenitas, pH, tinggi busa, serta uji stabilitas penyimpanan selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula yang mengandung zat aktif ekstrak jeruk nipis 15% b/v, 30% b/v, dan 45% b/v telah memenuhi terhadap persyaratan mutu fisik sampo serta tetap stabil selama 14 hari. Analisis statistik dengan One-way ANOVA Â menunjukkan terdapat perbedaan sangat signifikan antarformula (p < 0,05) pada parameter fisik yang diamati. Formula F1 dengan konsentrasi ekstrak jeruk nipis 15% b/v yang menunjukkan karakteristik fisik dan stabilitas paling baik dibandingkan formula lainnya selama masa pengamatan.
Copyrights © 2026