Berita Biologi
Vol 25 No 2 (2026): Berita Biologi

ETNOBIOLOGI DAN GASTRONOMI PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS MAKANAN TRADISIONAL SASAK DI PULAU LOMBOK UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN KESEHATAN DAN POTENSI PARIWISATA

Kurniasih Sukenti (Program Studi Magister Biologi, FMIPA, Universitas Mataram)
Nur Indah Julisaniah (Program Studi Magister Biologi, FMIPA, Universitas Mataram)
Evy Aryanti (Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Mataram)
Sukiman (Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Mataram)
Nadia Azanul Husna (Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Mataram)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Indonesia sebagai negara multi-etnis memiliki keragaman budaya di mana salah satu produk budayanya adalah makanan tradisional. Hal ini didukung pula oleh keanekaragaman sumberdaya alam tumbuhan dan hewan yang dimiliki. Foodways akan selalu terkait dengan bermacam hal, antara lain proses preparasi dan pembuatan, authenticity, aspek sosio-kultural, dan juga faktor kesehatan. Makanan yang memiliki efek positif pada tubuh dapat diklasifikasikan sebagai pangan fungsional. Suku Sasak memiliki kekayaan kuliner yang berpotensi untuk terus dikaji dan dikembangkan, termasuk dalam hal pangan fungsional. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengeksplorasi dan mendokumentasikan keanekaragaman hidangan tradisional Sasak yang berpotensi sebagai pangan fungsional dengan menggunakan pendekatan etnobotani dan gastronomi, sebagai bentuk dukungan upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan potensi pariwisata. Penelitian deskriptif eksploratif ini dilaksanakan pada bulan Maret – September 2025 menggunakan metode purposive sampling dengan pengumpulan data secara snowball sampling melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 52 informan. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat 53 spesies tumbuhan yang tergolong dalam 47 genus dan 27 famili; serta 7 spesies hewan yang tergolong dalam 7 genus dan 7 famili. Berdasarkan observasi lapangan, pengalaman empirik masyarakat, dan mengacu pada Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2020, spesies-spesies ini berkontribusi dalam 35 ragam pangan fungsional berbasis kuliner tradisional masyarakat Sasak. Hasil analisis berbasis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threahts (SWOT) menunjukkan bahwa pada dasarnya pangan fungsional tradisional masyarakat Sasak sangat berpotensi untuk ditindaklanjuti untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat dan pengembangan pariwisata kuliner khususnya di Pulau Lombok. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam peningkatan apresiasi dan atensi terhadap kekayaan pangan fungsional tradisional Indonesia, di samping untuk pengelolaan sumberdaya alam dan kultural yang lebih berkelanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

berita_biologi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology

Description

Berita Biologi is the journal features articles showcasing advancements in biological research and related sciences in Indonesia. Berita Biologi comprises original scientific papers presenting research findings, short communications, and reviews that are unpublished or not under consideration ...