Penilaian dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memerlukan instrumen yang objektif, terukur, dan konsisten. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa guru PAI di SMP Negeri 5 Juli belum memiliki rubrik penilaian yang komprehensif dan terstandar sesuai Kurikulum Merdeka, sehingga penilaian yang dilakukan masih cenderung subjektif, tidak konsisten antarguru, dan belum mampu mengukur capaian kompetensi peserta didik secara menyeluruh pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengertian rubrik penilaian, manfaat, dan jenis-jenisnya, serta mengembangkan rubrik penilaian aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada pembelajaran PAI yang kontekstual bagi SMP Negeri 5 Juli. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan fokus analisis konseptual terhadap literatur rubrik penilaian dan dokumen kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rubrik penilaian merupakan instrumen yang memuat kriteria beserta deskriptor tingkat capaian kinerja peserta didik secara terstruktur dan terukur, yang bermanfaat untuk menjamin objektivitas dan konsistensi penilaian bagi guru sekaligus memberikan kejelasan standar kinerja bagi peserta didik. Rubrik penilaian terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu rubrik holistik yang memberikan satu skor tunggal secara menyeluruh dan rubrik analitik yang menilai setiap kriteria secara terpisah. Rubrik analitik dinilai lebih sesuai untuk pembelajaran PAI karena mampu memberikan umpan balik yang spesifik pada setiap aspek kompetensi. Rubrik penilaian yang dikembangkan mencakup indikator ketaatan ibadah, kejujuran, disiplin, toleransi, dan tanggung jawab pada aspek sikap; ketepatan konsep, kedalaman pemahaman, kelengkapan jawaban, dan kemampuan menyimpulkan pada aspek pengetahuan; serta ketepatan praktik ibadah, kelancaran membaca Al-Qur'an, keaktifan, dan kemampuan presentasi pada aspek keterampilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyusunan rubrik penilaian yang sistematis dan berbasis capaian pembelajaran berpotensi meningkatkan kualitas, objektivitas, dan akuntabilitas penilaian PAI sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka, meskipun penerapannya masih memerlukan tahap validasi ahli dan uji coba lapangan lebih lanjut. Kata Kunci: Asesmen Autentik, Kurikulum Merdeka, Pembelajaran PAI, Pengembangan Rubrik, Rubrik Penilaian
Copyrights © 2026