Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas belajar remaja melalui edukasi manajemen waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kegiatan edukasi dan diskusi kelompok sebagai metode utama pengumpulan data. Data diperoleh melalui observasi dan interaksi langsung selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memiliki kebiasaan belajar yang terstruktur dan cenderung belajar ketika ada tugas atau ujian. Selain itu, penggunaan gawai dan media sosial menjadi salah satu faktor yang mengganggu fokus serta produktivitas belajar. Setelah kegiatan edukasi, peserta mulai memahami pentingnya pengelolaan waktu, penentuan prioritas, serta pengurangan kebiasaan menunda tugas. Meskipun perubahan perilaku belum diukur secara kuantitatif, kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya manajemen waktu dalam mendukung efektivitas belajar. Oleh karena itu, edukasi manajemen waktu dapat menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan belajar yang lebih terarah dan efektif.
Copyrights © 2026